Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar kembali menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bagi generasi muda. 21 siswa-siswi dari SD IT Makassar Islamic School Baruga hadir di Aula Baji Minasa BBPOM di Makassar untuk belajar menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri. Kamis (30/04/2026).
Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Hikmah, perwakilan SD IT Makassar Islamic School Baruga. Dalam penyampaiannya, beliau mengapresiasi sambutan hangat dari BBPOM di Makassar. "Kami berharap melalui edukasi ini, anak didik kami dapat mengetahui cara memilih makanan dan obat yang aman secara benar sejak dini," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pro PN Fungsi Infokom BBPOM di Makassar, Hamka Hasan, menekankan pentingnya peran lingkungan sekolah dalam menjaga kesehatan siswa. Beliau menegaskan “Pemahaman mengenai keamanan pangan sangat krusial guna mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat”.
Pemaparan materi diawali oleh PFM Ahli Muda BBPOM di Makassar, Irmah Azis, yang memperkenalkan profil BBPOM di Makassar dan Keamanan Obat.

“Sebelum kita membeli atau menggunakan produk untuk keamanannya kita harus selalu mempraktikkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.” papar Irmah.
Tak hanya itu, para siswa juga diperkenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile sebagai solusi digital untuk memverifikasi legalitas produk dengan mudah melalui ponsel pintar.
Melanjutkan edukasi, Aris Taoemessa selaku PFM Ahli Pertama memberikan penjelasan mendalam Keamanan Pangan. Dalam sesinya, ia juga memaparkan 5 Kunci Keamanan Pangan sebagai pedoman hidup sehat. "Untuk menjadi generasi masa depan yang cerah, syarat utamanya adalah memiliki tubuh yang sehat dengan mengonsumsi makanan yang aman," jelasnya.
Suasana aula makin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa menunjukkan rasa kritis mereka melalui berbagai pertanyaan menarik. Salah satunya Fatin, yang menanyakan mekanisme BPOM dalam mendeteksi keamanan produk. Menanggapi hal tersebut, tim Infokom menjelaskan adanya sistem pengawasan Pre-Market (sebelum beredar) dan Post-Market (setelah beredar) untuk memastikan konsistensi mutu produk.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya memilih obat dan pangan yang aman. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan para siswa tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan budaya konsumsi yang sehat dan aman, demi terwujudnya Generasi Sehat Masa Depan Indonesia.
