BBPOM di Makassar Ajak Komunitas Guru Terapkan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi (MBG)

  • 132
© BBPOM Makassar
Font size:
Print

BBPOM di Makassar Ajak Komunitas Guru Terapkan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi (MBG)

Makassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program makan siang gratis Indonesia pada pemerintahan Prabowo Subianto yang berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. MBG menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dirancang untuk menjangkau institusi pendidikan formal seperti sekolah dan pesantren, dengan penekanan khusus pada kebutuhan gizi anak-anak. Keduanya merupakan lingkungan yang sangat penting untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

   

Presiden Prabowo perintahkan semua Kementerian dan Lembaga mendukung Program MBG untuk melakukan pengawalan keamanan pangan sehingga tidak terjadi Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP). Sinergi lintas sektor pangan menjadi kunci untuk menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, setiap pihak dapat saling melengkapi dan memperkuat kapasitas masing-masing. Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan yaitu pelaksanaan kegiatan Penguatan Peran UKS di Satuan Pendidikan dalam Mendukung Program MBG yang diselenggarakan oleh Direkorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

BBPOM di Makassar hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 190 peserta yang berasal dari kalangan kepala sekolah dan guru tim pelaksana UKS di Paud/TK, SD, SMP, dan SMA dalam wilayah Kota Makassar. Ahmad Lalo, selaku PFM Ahli Madya, mewakili BBPOM di Makassar menyampaikan materi Keamanan Pangan Olahan Siap saji dalam Program MBG. Dalam pemaparannya, menjelaskan pentingnya seluruh pihak terkait untuk mengendalilan titik-titik kritis atau berbahaya yang mungkin timbul dalam proses penyiapan makanan menu MBG mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian dan pengemasan, distribusi, lokasi konsumsi hingga pengeringan dan penyimpanan ompreng(kemasan). Selasa (28/10/2025).

   

Selain itu, Ahmad Lalo juga menjelaskan bahwa pihak sekolah sebagai salah satu penerima manfaat program MBG ini, harus juga memahami tentang konsep keamanan pangan terutama dalam penyimpanan sementara produk sebelum disajikan, kontrol suhu susu pasteurisasi sebelum dikonsumsi, periksa kondisi pangan secara organoleptis (rasa, bau, warna, penampilan pangan, kontaminasi fisik, jamur), perilaku higiene dan sanitasi penjamah pangan dan siswa, serta kebersihan area penyajian. Hal ini sangat penting untuk mencegah Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) dan mewujudkan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Prev Post BBPOM Di Makassar Tindak Tegas Peredaran Kosmetik Impor Ileg.......
Next Post Temu Kenal Mabi SAKA POM BBPOM di Makassar : Momentum Bersam.......
Komentar 0
Tinggalkan Komentar