Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bekerja sama dengan PT. Anugrah Argon Medika Cabang Makassar menggelar Bimbingan Teknis bagi Apoteker Penanggung Jawab Sarana Pelayanan Kefarmasian dengan fokus pada isu Anti Mikroba Resistensi (AMR) dan Gerakan Ayo Buang Sampah Obat (ABSO). Selasa (23/09/2025) di Kota Makassar.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat peran apoteker sebagai tenaga kesehatan profesional dalam menjalankan praktik kefarmasian sesuai standar, khususnya pada penerapan standar pelayanan dan pengelolaan obat di sarana apotek. Hasil pengawasan BBPOM di Makassar menunjukkan bahwa aspek pengelolaan dan pelayanan obat di apotek masih memerlukan peningkatan agar sesuai aturan yang berlaku. Isu AMR dan ABSO menjadi perhatian penting sebagai bagian dari upaya pengelolaan pelayanan kefarmasian yang aman dan bermutu.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Cabang PT. Anugerah Argon Medica MakassarRiski Andika dan dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan oleh Hariani, Kepala BBPOM di Makassar, yang memaparkan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba dan pelaksanaan program ABSO. Materi kedua diisi oleh Elsa Liem, Apoteker Instalasi Farmasi RS Wahidin Sudirohusodo, yang membahas dampak resistensi antimikroba dan strategi pencegahannya.
Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan dalam penyelenggaraan seminar dan workshop ini, Balai Besar POM di Makassar menerima 2 sertifikat yaitu sertifikat sebagai narasumber dan sertifikt penghargaan atas kolaborasinya pada seminar dan workshop bimbingan teknis bagi Apoteker penanggung jawab sarana pelayanan kefarmasian (AMR dan ABSO).
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para apoteker semakin memahami peran strategisnya dalam mencegah resistensi antimikroba dan mengelola obat kadaluarsa dengan benar, sehingga mutu pelayanan kefarmasian dapat terus ditingkatkan demi perlindungan kesehatan masyarakat.
