Makassar - Balai Besar POM di Makassar kembali melaksanakan kegiatan di Pasar Tanete Kabupaten Pangkep dalam rangka pasar pangan aman berbasis komunitas yakni sosialisasi keamanan pangan yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026 bertempat di Pasar Tenete, Pangkep.
Dalam kegiatan ini dilakukan sosialisasi dengan mendatangi penjual pangan, baik pangan kemasan, siap saji, dan pangan segar. Sosialisasi dilaksanakan lanngsung dan berdiskusi dengan para pedagang sehingga informasi yang akan disampaikan bisa tersampaikan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan petugas pasar yang nantinya bertanggung jawab untuk melakukan uji cepat di Pasar Tanete. Kepala Pasar, Syahrul, menyampaikan terima kasih kepada BPOM yang telah menjadikan pasar Tanete sebagai lokus pengawasan kali ini. "Dengan adanya ini, kami berharap pasar bisa lebih baik. Terkadang kami juga agak susah, karena ada beberapa hal yang kami urus sehingga tidak bisa fokus ke keamanan pangan di pasar. Dengan hadirnya bapak/ibu dari Balai Besar POM di Makassar, dan melakukan sosialisasi langsung bisa menambah pengetahuan kepada para penjual untuk penerapan keamanan pangan" Ujarnya.

Nurmahida Pagama, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBPOM di Makassar, dalam memberikan sosialisasinya kepada pedagang mengatakan bahwa pedagang harus bisa melihat keamanan jualannya, seperti jika ada barang yang dijual berwarna mencolok untuk bisa dipastikan tanpa pewarna berbahaya. "Pewarna yang digunakan seharusnya sudah memiliki izin edar sebagai pewarna makanan ya, karena takutnya ada pewarna yang mencolok ternyata bukan dari pewarna makanan tetapi pewarna tekstil. Itu bahaya." Kata Nurhamida.

Aris Taoemesa yang juga sebagai Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBPOM di Makassar, menekankan bagaimana penjualan ikan yang diawetkan agar tidak menggunakan bahan-bahan yang dilarang. "Ibu sudah tahukan kalau ada pengawat yang dilarang seperti formalin. Itu pengawet yang sangat berbahaya bagi tubuh. Dalam penggunaannya biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat, jadi kalau kita orang hidup yang pakai sangat berbahaya" Ujar Aris. Sosialisasi berjalan dengan lancar dengan antusias para pedagang dan juga pembeli. Beberapa dari pedagang sudah sangat memahami tentang bahaya bahan-bahan yang dilarang sehingga dalam kesehariannya sudah menjauhi bahan-bahan yang dimaksud.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pembuatan konten edukasi yang melibatkan petugas pasar, kepala pasar, penjual dan pembeli sehingga menjadikan sosialisasi ini sebagai salah satu peran aktif untuk memahami keamanan pangan di pasar.
