Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman melalui pelaksanaan monitoring dan sertifikasi Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan (PKP) di Kabupaten Maros. Kegiatan ini menyasar sejumlah sekolah dasar dan menengah di wilayah tersebut. Selasa-Rabu (16-17/09/2025).
Sekolah yang mengikuti kegiatan ini di antaranya SMPN 1 Turikale, SMPN 4 Bantimurung, SMPN 11 Maros, SDN No. 3 Maros, dan SDN No. 30 Maros. Pada bulan sebelumnya, pada bulan Agustus, BBPOM di Makassar juga telah mengunjungi dan melakukan pembinaan di beberapa sekolah antara lain SMPN 2 Maros, SDN No. 2 Maros, dan SDN No. 22 Maros.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program intervensi Kader Keamanan Pangan Sekolah (KKPS) telah berjalan dengan baik dan mandiri, serta bahwa pihak sekolah telah menerapkan budaya keamanan pangan secara berkelanjutan.
Hasil sertifikasi menunjukkan bahwa seluruh sekolah yang dikunjungi telah memenuhi indikator pembudayaan keamanan pangan, termasuk pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), pengelolaan kantin sehat, serta edukasi kepada komunitas sekolah mengenai pentingnya memilih pangan yang aman dan bermutu.

Dalam kunjungannya, Ahmad Lalo, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Makassar, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah atas konsistensinya.
“Kami mengapresiasi upaya sekolah yang telah membudayakan keamanan pangan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Diharapkan program ini tidak berhenti di sekolah masing-masing, tapi juga diimbaskan ke sekolah-sekolah sekitar agar semakin luas manfaatnya,” ujarnya.
Melalui program ini, BBPOM di Makassar berharap semakin banyak sekolah di wilayah Sulawesi Selatan yang aktif menjadi pelopor budaya keamanan pangan, sehingga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan lebih sehat, aman, dan terlindungi dari risiko
