Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program nasional "Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Badan POM". Inisiatif yang dipelopori langsung oleh Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh unit kerja Badan POM di seluruh Indonesia sebagai aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup. Jumat (30/1/2026).
Kepala BBPOM di Makassar menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan respons strategis terhadap tantangan ekologis yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim dan penurunan kualitas udara. Melalui gerakan ini, Badan POM menegaskan bahwa tanggung jawab melindungi masyarakat tidak hanya terbatas pada pengawasan produk, tetapi juga mencakup aspek kesehatan lingkungan sebagai hulu dari keamanan pangan dan obat.

Dalam implementasinya di Sulawesi Selatan, BBPOM di Makassar mengusung semangat kolaborasi. Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini : Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Kepala Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Makassar, Kepala Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang, Ketua GP Farmasi Sulawesi Selatan, Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, Ketua PC IAI Kota Makassar, serta pimpinan perusahaan mitra, yaitu PT Royal Medicalink Pharmalab, PT Ismut Fitomedika Indonesia, PT. Myrea Industry Corp, dan CV. Idlan Waranie Perkasa.
BBPOM di Makassar menargetkan total 22.000 bibit pohon yang ditanam selama tiga tahun. Rencana sebaran penanaman mencakup Area Kantor BBPOM di Makassar, lokasi sekolah vokasi seluas 10 hektare di Kabupaten Maros, Loka POM di Kabupaten Bone, serta tanah perkebunan pegawai sebagai bentuk partisipasi aktif internal.

Bibit utama bersumber dari BPTH Wilayah II (lokasi pembibitan Parangloe Gowa dan Bantimurung Maros) sebanyak 5000 bibit pohon, serta dukungan 200 bibit pohon dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Saddang dan Jeneberang. Dukungan bibit juga datang dari 4 perusahaan mitra (CV. Idlan, PT. Myrea, PT. Ismut, PT. Royal), GP Farmasi, pihak swasta (Daeng Bibit), serta sejumlah pohon dari sumbangsi dari seluruh ASN BBPOM di Makassar.
Keanekaragaman jenis pohon yang ditanam dipilih secara cermat untuk memberikan manfaat ganda, meliputi pohon buah (mangga, sirsak, rambutan, sukun, jeruk, nangka, lengkeng, matoa, alpukat, jambu, dan salam) serta pohon peneduh dan estetika (tabebuya, pucuk merah, ketapang kencana, mahoni, glodokan tiang, suren, kaliandra, dan pohon balsa)
BBPOM di Makassar menekankan bahwa fokus utama gerakan ini adalah keberlanjutan. Pohon-pohon yang telah ditanam harus terus dirawat agar manfaat jangka panjangnya dapat dirasakan, terutama dalam menjaga kualitas bahan baku obat dan makanan.
Melalui kepemimpinan Taruna Ikrar, Badan POM RI menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha ini diharapkan menjadi inspirasi hijau bagi wilayah Sulawesi Selatan.
