Kepala BPOM RI Resmikan Empat Fasilitas Baru di BBPOM Makassar untuk Perkuat Layanan dan Infrastruktur

  • 109
© BBPOM Makassar
Font size:
Print

Makassar - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar yang beralamat di Jln. Baji Minasa No. 2 makassar. Dalam agenda tersebut, Kepala BPOM meresmikan empat fasilitas baru sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur, Peningkatkan layanan publik, serta dukungan terhadap kesejahteraan pegawai.

Empat fasilitas yang diresmikan meliputi Media dan Data Center, Sanggar SAKA POM, Day Care “Baji Dakka”, dan Bank Sampah Unit “Ewako”. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran deputi BPOM RI dan didampingi langsung oleh Kepala BBPOM di Makassar serta seluruh pegawai BBPOM Makassar dalam suasana penuh antusias.

Dalam sambutannya, Prof. dr. Taruna Ikrar, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan fasilitas tersebut. Beliau menekankan bahwa transformasi digital dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan. "Media dan Data Center sangat krusial sebagai jantung pemusatan data kita”.  Media dan Data Center kini hadir sebagai jantung informasi digital di BBPOM Makassar. Fasilitas ini dirancang untuk menyajikan data yang presisi dan transparan, yang nantinya dapat diakses oleh awak media maupun pihak eksternal yang memerlukan data terkait pengawasan obat dan makanan. “Media dan Data Center ini sangat krusial. Bukan sekadar ruangan, tetapi ini adalah jantung informasi yang menyatukan data pengawasan obat dan makanan. Data yang terpusat akan memudahkan kita dalam pengambilan keputusan berbasis bukti (Evidence-Based Policy)”, Ujarnya.

Hadirnya Bank Sampah Unit “Ewako” adalah langkah nyata penanganan limbah yang bertanggung jawab. keberadaan bank sampah ini merupakan wujud nyata komitmen kantor terhadap keberlanjutan lingkungan. Nama "Ewako" yang identik dengan semangat masyarakat Makassar menjadi simbol kepedulian dan tekad BBPOM dalam menangani masalah limbah kantor.

   

Sistem di Bank Sampah Ewako memungkinkan pengelompokan sampah yang sangat detail sehingga proses daur ulang menjadi jauh lebih efektif. Limbah minyak jelantah, plastik, hingga kertas akan disalurkan ke pihak pengolah, sementara limbah organik dimanfaatkan secara mandiri sebagai pupuk alami bagi tanaman di area kantor BBPOM Makassar.

Saya juga sangat menyambut baik adanya Day Care, karena pegawai yang memiliki anak kecil kini dapat bekerja dengan lebih tenang karena bisa senantiasa mengawasi buah hati mereka di lingkungan kantor," ujar Prof. Taruna Ikrar. Fasilitas penitipan anak ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara dunia kerja dan keluarga (work-life balance). Dengan adanya fasilitas ini, pegawai yang memiliki anak usia dini dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus karena tetap dapat memantau kondisi buah hati mereka di lingkungan kantor. Dengan adanya Day Care, orang tua yang memiliki anak kecil tidak perlu lagi khawatir berlebih. Mereka dapat terus mengawasi tumbuh kembang anak di sela waktu kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan loyalitas terhadap instansi.

Di sisi lain, aspek pemberdayaan pemuda mendapat ruang khusus melalui Sanggar SAKA POM. Fasilitas ini dibangun sebagai markas diskusi dan pusat aktivitas bagi anggota Satuan Karya Pramuka (SAKA) POM. Di tempat ini, para kader muda pramuka diharapkan dapat melahirkan ide-ide kreatif dalam mengedukasi masyarakat mengenai keamanan produk yang dikonsumsi. Sanggar SAKA POM juga turut diresmikan sebagai wadah berkumpul dan diskusi bagi anggota Satuan Karya Pramuka (SAKA) POM. Fasilitas ini diharapkan menjadi inkubator bagi generasi muda dalam mempelajari pengawasan obat dan makanan, sehingga mereka dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM di masyarakat

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, S.Si., Apt., MM., menjelaskan secara detail fungsi dari masing-masing fasilitas baru tersebut, Media dan Data Center : Difungsikan untuk menyajikan data yang akurat dan terintegrasi, baik untuk kepentingan internal maupun sebagai sarana publikasi dan penyampaian informasi kepada rekan media serta pihak eksternal yang memerlukan.

   

Bank Sampah Unit Ewako: Mengusung konsep pemilahan sampah yang sistematis. Sampah akan dikelompokkan menjadi limbah plastik, kertas, minyak jelantah untuk didaur ulang, serta limbah organik yang akan diolah menjadi pupuk tanaman di area kantor. Yosef Dwi Irwan merincikan bahwa sistem ini tidak hanya sekadar membuang sampah, melainkan mengelolanya. "Melalui pengelompokan sampah yang ketat, proses daur ulang menjadi lebih mudah. Kami mengelola limbah plastik dan kertas secara sirkular. Bahkan, minyak jelantah dikumpulkan untuk didaur ulang, sementara limbah organik diolah secara mandiri menjadi pupuk untuk menjaga asri-nya tanaman di lingkungan kantor BBPOM Makassar," jelasnya

Sanggar SAKA POM: Menjadi wadah representatif bagi anggota Satuan Karya Pramuka (SAKA) POM untuk berkumpul, berdiskusi, dan merancang program pengawasan obat dan makanan berbasis masyarakat. Day Care Baji Dakka: Komitmen BBPOM Makassar dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga (family-friendly) bagi para pegawainya.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita secara simbolis, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke setiap ruangan oleh Kepala BPOM RI beserta rombongan. Dengan adanya fasilitas ini, BBPOM di Makassar diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.

Dengan hadirnya empat fasilitas baru ini, BBPOM Makassar diharapkan dapat makin meningkatkan kinerjanya sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari risiko obat dan makanan yang tidak memenuhi standar di wilayah Sulawesi Selatan. 

Prev Post Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI di Pasar Maricaya - Kota Ma.......
Next Post Upaya Nyata Turunkan Prevalensi Stunting BBPOM di Makassar L.......
Komentar 0
Tinggalkan Komentar