Makassar - Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 - 2026 ke Provinsi Sulwesi Selatan, Komisi IX DPR RI melakukan peninjauan ke Pasar Maricaya Kota Makassar. Ibu Putih Sari memimpin lansung kegiatan kunker bersama anggota Komisi IX lainnya untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan selama Ramadan 1447 H. Sabtu (21/02/2026).
Pasar tradisional dipilih karena menjadi barometer pergerakan ekonomi kerakyatan, di mana biasanya pada bulan Ramadan terjadi peningkatan kebutuhan akan pangan, baik pangan segar atau olahan. Tentunya dampak positif bergeraknya ekonomi kerakyatan juga harus diimbangi dengan pemastian mutu, keamanan dan gizi dari pangan yang tersedia di pasar tradisonal.
“Hari ini kami turun meninjau langsung untuk memastikan peredaran makanan aman, lancar, dan harga sembako normal. Selama puasa Ramadan, barang kebutuhan pokok harus terpenuhi, harganya tak boleh melonjak, dan kualitasnya harus baik, segar, serta aman untuk dikonsumsi,” ujar Ibu Putih Sari di sela-sela kunjungan

Ibu Putih Sari mengapresiasi Pengelola Pasar Maricaya dan para pedagang yang konsisten menjaga kualitas dagangan. Dia berharap komitmen ini terus dipertahankan demi melindungi kesehatan konsumen. “Mudah-mudahan standar keamanan pangan ini bisa terus dijaga oleh pengelola pasar dan para penjual,” lanjutnya
Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Sulawesi Selatan Bapak Ashabul Kahfi mengapresiasi pengawalan kunker Komisi IX DPR RI oleh BBPOM di Makassar melalui operasionalisasi mobil laboratorium keliling serta edukasi masyarakat melalui display produk kosmetik dan obat bahan alam illegal. “Berdasarkan hasil uji BBPOM di Makassar pangan yang dijual di Pasar Maricaya aman dari bahan berbahaya sehingga layak dikonsumsi” terang Bapak Ashabul Kahfi
Pada kesempatan tersebut Bapak Ashabul Kahfi juga menjelaskan tentang produk kosmetik dan obat bahan alam yang didisplay BBPOM di Makassar. “Produk seperti ini masih banyak ditemukan seperti kosmetik mengandung bahan berbahaya dan jamu mengandung bahan obat, jika digunakan ini berbahaya untuk kesehatan” jelasnya
Beliau juga menegaskan pentingnya peran aktif BBPOM di Makassar untuk menindak produk yang tidak memiliki izin edar BPOM. "Saat produk kosmetik atau jamu tidak memiliki izin edar BPOM, maka BPOM berhak untuk melakukan tindakan dan ini harus dilakukan secara merata, untuk melindungi kesehatan masyarakat” tegas Bapak Ashabul Kahfi
Dalam mendukung Kunker Komisi IX, BBPOM di Makassar mengambil peran melalui penyediaan mobil laboratorium keliling untuk uji cepat terhadap bahan berbahaya Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methayl Yellow. Dari 32 jenis pangan yang dilakukan sampling dan uji menggunakan rapid test, seperti : tahu, cendol, cumi, ikan asin, kerupuk, kolang kaling, bakso, ikan segar, udang, ayam, daging, dll seluruhnya aman dari bahan berbahaya.

Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting Obat dan Makanan yang aman, Tim menyebarkan leaflet terkait Keamanan Pangan, Cek KLIK, BPOM Mobile kepada pedagang dan konsumen di Pasar Maricaya. Edukasi juga dilakukan dengan mendisplay contoh-contoh produk kosmetik, obat bahan alam ilegal dan pangan mengandung bahan berbahaya.
“Kegiatan ini merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari produk pangan yang beresiko terhadap kesehatan, khususnya bagi umat muslim agar aman dan nyaman menjalankan ibadah puasa Ramadan” ujar Yosef
“Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, terpadu dengan Pemda kami akan melaksanakan Intensifikasi Pengawasan Pangan, menyasar distributor, grosir, supermarket, toko, pasar tradisonal, pembuat parsel dan termasuk sentra takjil, ini untuk memastikan pangan aman serta layak untuk dikonsumsi” lanjut Yosef
Dalam kegiatan ini BBPOM di Makassar juga melibatkan SAKA POM Kwarcab Kota Makassar, untuk pembelajaran langsung di lapangan terkait 3 krida, yaitu: pengujian sederhana, pemantauan dan informasi Obat dan Makanan.
“Jika masyarakat melihat adanya pelanggaran atau ingin informasi seputar Obat dan Makanan silakan dapat menghubungi Layanan BBPOM di Makassar pada nomor 0852-11111-533 atau datang langsung ke kantor BBPOM di Makassar, Jl.Baji Minas No. 2 - Makassar” pungkas Yosef
