Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menerima kunjungan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar di Aula Baji Ati BBPOM di Makassar. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda pada rangkaian acara Bimbingan Teknis Labkesmas Tingkat 5 untuk Labkesmas Tingkat 4 Batch 1 yang diselenggarakan BBLKM Makassar, dengan tema kunjungan “Peningkatan Kapasitas Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dalam Penanganan Kasus Keracunan Pangan. Kegiatan kunjungan ini diikuti oleh 50 peserta. Selasa (06/05/2025).
Kepala Balai Besar POM di Makassar dalam hal ini diwakili oleh Ketua Tim Pengujian BBPOM Makassar, Ina Tanujaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BBLKM Makassar untuk menjalin kolaborasi dan sinergi yang lebih kuat dalam penguatan sistem respons terhadap kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan singkat mengenai profil Balai Besar POM di Makassar, dengan penekanan khusus pada peran strategis laboratorium dalam pengawasan keamanan pangan. Selain menjelaskan struktur organisasi dan layanan pengujian, turut disampaikan pula data dan penanganan kasus KLB keracunan pangan selama dua tahun terakhir, yang memperlihatkan peran penting laboratorium dalam proses investigasi, konfirmasi, dan penelusuran penyebab kejadian.
Setelah sesi paparan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke laboratorium dan mengunjungi unit-unit laboratorium pengujian. Peserta mendapat penjelasan langsung dari analis penguji mengenai alur pemeriksaan sampel, penggunaan alat uji, serta standar metode pengujian yang digunakan dalam menindaklanjuti kasus keracunan pangan.
Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih solid antara BBPOM di Makassar dan BBLKM Makassar, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas respons laboratorium terhadap insiden keamanan pangan. Penguatan kolaborasi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan berbasis data ilmiah, guna melindungi masyarakat dari risiko pangan yang membahayakan kesehatan.