Makassar - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional Desa Pangan Aman melalui pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat desa agar mampu menjadi penggerak keamanan pangan sekaligus pengawas pangan di lingkungannya. Selasa (28/04/2025).
Pelatihan diawali dengan sambutan dari Kepala BBPOM di Makassar yang dalam hal ini diwakili oleh Ahmad Lalo, PFM Ahli Madya BBPOM di Makassar. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program Desa Pangan Aman serta peran strategis Tim Keamanan Pangan Desa (KPD) dan para kader sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Nisombalia, Sulkarnain, yang menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan keamanan pangan sekaligus menurunkan angka stunting di desa.
Materi pelatihan disampaikan oleh Irmah Azis, PFM Ahli Muda BBPOM di Makassar, yang memaparkan pentingnya penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan dalam rumah tangga maupun oleh pelaku usaha pangan siap saji. Sementara itu, Nurmahida Pagama memberikan pemahaman tentang hubungan antara gizi dan pencegahan stunting, sebagai isu penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Menariknya, sesi pelatihan juga menampilkan Micro Teaching dari tiga orang Kader Keamanan Pangan Desa yang memperagakan cara menyampaikan pesan-pesan keamanan pangan secara langsung kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan kesiapan kader dalam menjalankan tugasnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Makassar berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan pangan serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari pangan berisiko. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung target nasional penurunan stunting di Indonesia.