Makassar - Dalam semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar turut menyemarakkan kegiatan Bedah Buku Literasi Nusantara : 7 Karya Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D yang digelar serentak oleh Badan POM. Kegiatan ini diikuti melalui Zoom Meeting dari Aula Baji Minasa dan Aula baji Ati BBPOM di Makassar oleh seluruh pegawai, yang tampil istimewa dengan mengenakan pakaian adat khas Sulawesi. Kamis (31/07/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid dari Auditorium Gedung Merah Putih BPOM Pusat ini berhasil mencetak rekor nasional MURI sebagai Bedah Buku dengan Peserta Terbanyak, dan menjadi momentum penguatan literasi serta penghayatan budaya dalam satu kesatuan.
Ketujuh buku yang dibedah mencakup isu strategis seperti resistansi antimikroba, sejarah pengawasan obat dan makanan dari masa kolonial hingga masa kini, hingga peran BPOM dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional dan visi Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh pegawai BBPOM di Makassar yang mengikuti acara secara saksama.
Kepala BBPOM di Makassar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. “Partisipasi kita hari ini adalah bukti bahwa budaya literasi dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dapat bersanding indah dengan pelestarian budaya daerah. Pakaian adat yang dikenakan hari ini mencerminkan semangat Nusantara yang hidup dalam tubuh Badan POM,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen BBPOM di Makassar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan melalui pendekatan literatif dan budaya. Semangat “Mengawal Mutu, Membangun Bangsa” digaungkan kuat sebagai cerminan peran BPOM dalam pengawasan obat dan makanan yang berdaya saing.
Selain bedah buku, hari ini diluncurkan pula Peta Jalan Rencana Aksi Pengendalian Resistansi Antimikroba di Lingkungan BPOM untuk periode 2025–2029. Peta jalan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 350 Tahun 2025 pada 16 Juni 2025 ini merupakan langkah nyata BPOM dalam upaya pengendalian resistansi antimikroba secara terintegrasi dan berkesinambungan.
Kepala BPOM mengajak seluruh peserta bedah untuk menjadikan literasi sebagai alat perjuangan. “Literasi adalah fondasi kita dalam memahami dunia dan membangun masa depan. Mari bersama wujudkan Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaulat melalui pengawasan obat dan makanan yang kokoh,” tutupnya.